Mengapa Hijau

1.     Ruang Hijau meningkatkan nilai properti.
CHINA. DI Beijing, secara konsisten studi menunjukkan bahwa keberadaan ruang terbuka hijau  perkotaan memberikan nilai tambah (premium) sebesar 5%–20% terhadap nilai properti di sekitarnya. Dalam studi ini, taman memiliki nilai tambah yang lebih tinggi dengan rata-rata sebesar 10,9%, diikuti oleh akses transportasi umum (8,2%) dan rasio luas lantai (6,1%). Taman yang terletak di zona jalan lingkar yang berbeda memberikan kontribusi yang bervariasi terhadap nilai properti. Taman di dalam area jalan lingkar kedua meningkatkan nilai properti sebesar 14,1%, sedangkan taman di luar jalan lingkar kelima hanya menambah nilai harga rumah sebesar 0,5%. Oleh karena itu, properti yang terletak di tepi taman di Beijing berpotensi memiliki nilai tambah berkisar antara 0,5% hingga 14,1%. Variasi besaran nilai tambah akibat keberadaan taman ini kemungkinan berkaitan dengan tingkat kebutuhan mendesak akan ruang hijau bagi penduduk di berbagai zona jalan lingkar tersebut.

Biao, Z, et al (2012). The Effects of Public Green Spaces on Residential Property Value in Beijing. Journal of Resources and Ecology, 3(3): 243-252. < https://doi.org/10.5814/j.issn.1674-764x.2012.03.007 >

SPANYOL. Sejak awal millennium, konsumen menilai properti dengan penataan lanskap pada ruang terbuka hijau (RTH). Penelitian di Spanyol menyatakan setiap jarak 100 meter lebih jauh dari area hijau berarti penurunan harga rumah sekitar 300.000 peseta (€ 1.800) atau Rp. 36.977.400.
Bengochea, A. (2003), A hedonic valuation of urban green areas. Landscape and Urban Planning, 66(1):35-41. < https://doi.org/10.1016/S0169-2046(03)00093-8 >

CANADA. Investasi untuk ruang hijau hampir selalu dapat kembali modal dan dapat membantu mempercepat proses penjualan properti.  Menata Ruang Hijau secara menarik bisa menjadi salah satu cara paling hemat biaya untuk meningkatkan daya tarik tampilan property (curb appeal), sekaligus menyoroti nilai tambah yang diberikan oleh lanskap. Sebuah survei terhadap 760 transaksi penjualan rumah menemukan bahwa elemen lanskap (pohon, bunga, tanaman, tanaman pagar) dapat "mendorong kenaikan harga jual yang signifikan di pasar."
Rosiers, F.D. et.al (2020), Landscaping and House Values: An Empirical Investigation, Journal of Real Estate Research, 23(1-2):139-162 < https://doi.org/10.1080/10835547.2002.12091072 >

AMERIKA. Investasi senilai lebih dari $130 juta telah dikucurkan untuk Three Rivers Park di Pitssburg yang membentang sepanjang 13 mil. Hal ini berkontribusi pada pembangunan senilai $4,1 miliar di kawasan tepi sungai dan sekitarnya. Selama kurun waktu 15 tahun, nilai properti di wilayah tersebut melonjak sebesar 60%, dibandingkan dengan kenaikan 32% di wilayah lain kota itu. Pada proyek taman lainnya di berbagai penjuru negeri, peningkatan nilai yang dihasilkan oleh proyek taman terbukti mampu mendongkrak pendapatan pajak properti hingga cukup untuk melunasi utang obligasi dalam waktu tiga tahun. (“Benefits of Parks” – Trust for Public Land, 2006)
Sasaki (2015). Three Rivers Park: Economic Impact Analysis. Pittsburgh, Pennsylvania: Riverlife. < https://riverlifepgh.org/public-parks-along-the-rivers-equal-lots-of-green-for-pittsburgh/ >

2.     Pertumbuhan pesat & dampak ekonomi yang besar.
Di Amerika, tahun 2018, dampak ekonomi Industri Hijau diperkirakan mencakup: 1) Total Nilai sebesar $147,8 miliar, 2) Pendapatan tenaga kerja sebesar $64,3 miliar, 3) Pajak tidak langsung sebesar $6,9 miliar, 4) 1.964.339 lapangan kerja, dan 5) nilai tambah sebesar $95,1 miliar.
Hall, C.R. et.al (2020), Economic Impacts of the Green Industry in the United States, Journal of Environmental Horticulture, 38(3):73-79 < https://doi.org/10.24266/0738-2898-38.3.73 >

3.     Manfaat Finansial Lainnya dari Ruang Hijau
1)     Keuntungan Bisnis.
Studi mengenai area tepi jalan yang dilakukan oleh Universitas Washington menyatakan bahwa pengemudi merasa lebih mudah menemukan tempat usaha di tepi jalan jika lokasi tersebut dikelilingi oleh pepohonan dan vegetasi, dibandingkan jika elemen hijau tersebut dihilangkan.
< University of Washington, College of Forest Resources: The Freeway Roadside Environment. http://www.cfr.washington.edu/research.envmind/Roadside/Rsd-Prefs-FS9.pdf >

2)     Taman meningkatkan nilai properti. Terdapat hubungan yang signifikan antara nilai properti dan jaraknya dari taman, sabuk hijau (greenbelt), serta ruang terbuka hijau lainnya. Studi di tiga kawasan permukiman di Boulder, Colorado, menunjukkan bahwa nilai properti menurun sebesar $4,20 untuk setiap kaki (sekitar 30 cm) jarak menjauhi sabuk hijau.
< The Urban Institute: The Public Value of Urban Parks; http://www.projectevergreen.com/resources/311011_urban_parks-2.pdf >

3)     RTH mengurangi biaya AC. Berikut adalah beberapa referensi yang bermanfaat:·      
a. Menurut California Energy Commission: Menanam jenis pohon, semak, tanaman merambat, dan tanaman penutup tanah yang tepat dapat membuat rumah terasa lebih hangat di musim dingin dan lebih sejuk di musim panas. Jenis pohon yang tepat dapat mengurangi biaya pendinginan ruangan di musim panas sebesar 20-40%.
< California Energy Commission; http://www.consumerenergycenter.org/home/outside/index.html >·      
b. Model komputer Departemen Energi AS memprediksi bahwa penempatan yang tepat untuk hanya tiga batang pohon dapat menghemat biaya energi rumah tangga rata-rata antara $100-$250/tahun.
< Pioneer Thinking; http://www.pioneerthinking.com/landscape.html >·      
c. Efek pendinginan dari halaman rumput berukuran rata-rata setara dengan kapasitas pendinginan sekitar 9 ton AC.
< Virginia Cooperative Extension: Nutrient Management; http://www.ext.vt.edu/pubs/turf/430-400/430-400.html >

4)     Pemandangan Hijau meningkatkan kepuasan kerja. Karyawan yang memiliki akses pemandangan hijau di luar ruangan mengalami tekanan kerja yang lebih rendah dan kepuasan kerja yang lebih tinggi dibandingkan pekerja yang melihat objek buatan manusia atau tidak memiliki pemandangan ke luar ruangan. Mereka juga melaporkan lebih sedikit sakit kepala dan keluhan kesehatan lainnya dibandingkan pekerja yang tidak memiliki pemandangan tersebut.
< Virginia Cooperative Extension: The Value of Landscaping; http://www.ext.vt.edu/pubs/envirohort/426-721/426-721.html#TOC >

5)     Alam meningkatkan produktivitas pekerja. Para psikolog menemukan bahwa akses terhadap ruang hijau memberikan rasa tenang & memungkinkan pekerja menjadi lebih produktif.
< Virginia Cooperative Extension; op. cit. >

6)     Lanskap memperbarui kawasan bisnis. Penghijauan di kawasan bisnis meningkatkan kebanggaan masyarakat & persepsi positif terhadap suatu area, sehingga menarik pelanggan untuk datang ke tempat usaha tersebut.
< Virginia Cooperative Extension; op. cit. >

7)     Lanskap berkualitas mencerminkan kualitas produk. Sebuah studi menemukan bahwa konsumen bersedia membayar harga lebih tinggi (premi) rata-rata sebesar 12% untuk barang yang dibeli di gerai ritel yang memiliki penataan lanskap berkualitas.
< Wolf, Kathleen. University of Washington: Economic and Public Value of Urban Forests; http://www.cfr.washington.edu/research.envmind/urban.html >

8)     Peningkatan lapangan kerja & pariwisata. Peluang kerja berkaitan dengan penciptaan dan pemeliharaan jangka panjang ruang terbuka perkotaan, serta pendapatan pariwisata yang dihasilkan oleh pengunjung taman, kebun, dan area publik (Woolley 2003).
< University of Southern California: Teen and Adult Perceptions of Urban Green Space Los Angeles; http://www.colorado.edu/journals/cye/ >

9)     Meningkatkan aktivitas ritel. Berbagai studi membuktikan bahwa tanaman hijau dan bunga menarik minat pembeli dan warga untuk datang ke kawasan perkotaan yang memacu pertumbuhan ekonomi.
< Hauer, Jeanne: ‘WOW! in the Warehouse District’ Green-Space Project to Accelerate Downtown Development; http://www.wowinwarehouse.com/ >

10)  Pertumbuhan bisnis. Usaha kecil yang sedang memilih lokasi baru menempatkan ketersediaan RTH serta kedekatan dengan taman dan sarana rekreasi sebagai prioritas utama dalam pemilihan lokasi.
< The Trust for Public Land: Economic Benefits of Open Space; http://www.tpl.org/tier3_print.cfm?folder_id=727&content_item_id=1147&mod_type=1 >

11)  Melindungi sistem drainase. Tajuk pohon besar berfungsi sebagai penampung air alami yang mencegah banjir; dalam beberapa kasus, tajuk pohon mampu menahan curah hujan sedemikian rupa sehingga lebih dari 1.500 galon air menguap kembali ke udara setiap tahunnya alih-alih jatuh ke tanah. Menebang pohon berarti meningkatkan volume air limpasan hujan yang harus dikelola oleh kota—hal yang berdampak signifikan terutama bagi kota-kota lama dengan sistem drainase yang sudah tua.
< Time Magazine: Why Are Cities Cutting Down Trees; http://www.landscapeonline.com/research/article/9263 >

Sekretariat

Universitas Triatma Mulya
Jl. Kubu Gunung, Tegal Jaya, Dalung, Kuta, Badung – Bali, Indonesia
(Ruang 401)
Phone: +62 361-412971
CP.
Putu Guntur Pramana Putra, S.Par. M.Par.